SeLaMaT DaTaNg Di BlOg Aku, SeMoGa IsI BlOg InI BeRmAnFaAt. PERAN AUDIT DALAM STUDY KELAYAKAN DAN KONVERSI - PuByKaRmAtoLi.Net

Jumat, 22 Juli 2011

PERAN AUDIT DALAM STUDY KELAYAKAN DAN KONVERSI


Analisa Sistem

Peran auditor :

Auditor eksternal dan internal merupakan stakeholder dari sistem yang diusulkan. Berbagai fitur audit tidak dapat dengan mudah ditambahkan kedalam sistem yang ada. Sehingga akuntan/auditor terlibat dalam analisa sistem yang baru untuk menentukan fitur audit yang dibutukan dan apakah fitur tersebut sesuai dengan sistem.

Perancangan Sistem
Peran Auditor:

Auditor merupakan stakeholder dalam sistem keuangan sehingga mempunyai kepentingan dengan tahap disain konseptual dalam sistem. Kemampuan suatu sistem untuk diaudit sebagian tergantung pada karakteristik disainnya. Beberapa teknik audit menggunakan komputer membutuhkan suatu sistem yang didisain dengan suatu fitur audit yang integral dengan sistem. Fitur audit ini harus ditentukan pada tahap disain konseptual.

Tahap perancangan system, yang di uji oleh seorang auditor :
a. System Evaluation and Selection

Tahapan ini untuk mengidentifikasi sistem yang paling sesuai dengan perusahaan. Terdiri dari dua tahap yaitu:
1) Melakukan studi kelayakan secara detail, yaitu:

· Technical feasibility, untuk menentukan apakah sistem dapat dikembangkan dengan teknologi yang ada atau dibutuhkan suatu teknologi baru.

· Legal feasibility, untuk mengidentifikasi konflik antara sistem konseptual dengan kemampuan perusahaan untuk menjaga tanggung jawab legalnya.

· Operational feasibility, menunjukkan tingkat kompatibilitas antara prosedur perusahaan yang ada, keahlian tenaga kerja dan kebutuhan operasi sistem yang baru.

· Schedule feasibility, menghubungkan kemampuan perusahaan untuk mengimplementasikan proyek dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

2) Melakukan analisa cost benefit, yaitu:

· Mengidentifikasi kos yang terjadi sekali dan kos yang berulang

· Mengidentifikasi tangible dan intangible benefit

· Membandingkan kos dan benefit

Peran auditor pada tahap ini adalah memastikan:

· Hanya kos yang dapat dibebaskan yang digunakan dalam perhitungan cost saving benefit

· Tingkat bunga yang wajar digunakan dalam mengukur nilai sekarang aliran kas

· Kos yang terjadi sekali dan kos yang berulang dilaporkan secara lengkap dan akurat

· Umur manfaat yang realistis digunakan dalam membandingkan proyek

· Intangible benefit dinilai secara wajar.

Tahap perancangan sistem akan melibatkan beberapa aktifitas seperti:
a. System Evaluation and Selection

Tahapan ini untuk mengidentifikasi sistem yang paling sesuai dengan perusahaan. Terdiri dari dua tahap yaitu:
1) Melakukan studi kelayakan secara detail, yaitu:

· Technical feasibility, untuk menentukan apakah sistem dapat dikembangkan dengan teknologi yang ada atau dibutuhkan suatu teknologi baru.

· Legal feasibility, untuk mengidentifikasi konflik antara sistem konseptual dengan kemampuan perusahaan untuk menjaga tanggung jawab legalnya.

· Operational feasibility, menunjukkan tingkat kompatibilitas antara prosedur perusahaan yang ada, keahlian tenaga kerja dan kebutuhan operasi sistem yang baru.

· Schedule feasibility, menghubungkan kemampuan perusahaan untuk mengimplementasikan proyek dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

2).Melakukan analisa cost benefit, yaitu:

· Mengidentifikasi kos yang terjadi sekali dan kos yang berulang

· Mengidentifikasi tangible dan intangible benefit

· Membandingkan kos dan benefit

Peran auditor pada tahap ini adalah memastikan:

· Hanya kos yang dapat dibebaskan yang digunakan dalam perhitungan cost saving benefit

· Tingkat bunga yang wajar digunakan dalam mengukur nilai sekarang aliran kas

· Kos yang terjadi sekali dan kos yang berulang dilaporkan secara lengkap dan akurat

· Umur manfaat yang realistis digunakan dalam membandingkan proyek

· Intangible benefit dinilai secara wajar.

b. Detailed Design

Tujuan tahap ini adalah menghasilkan suatu deskripsi detil mengenai sistem yang diusulkan yang dapat memenuhi kebutuhan yang telah diidentifikasi selama tahap analisa sistem dan sesuai dengan disain konseptual. Setelah menyelesaikan disain detil, tim pengembangan biasanya melakukan system design walkthrough untuk memastikan bahwa disain tersebut bebas dari kesalahan konseptual yang dapat terbawa sampai ke sistem final. Proses ini biasanya juga dilakukan oleh quality assurance group yang merupakan pihak independen terdiri dari programmer, analis, pengguna dan internal auditor.

Peran auditor adalah berfungsi sebagai anggota tim pengendali kualitas dimana mereka mensimulasikan operasional sistem untuk menemukan kesalahan, penghilangan dan ambiguitas dalam rancangan. Tim pengendali kualitas ini akan memberikan rekomendasi untuk menerima sistem tanpa modifikasi, memodifikasi suatu bagian atau menolak sistem karena adanya kesalahan yang material, tergantung pada tingkat kesalahan sistem.

c. System Programming danTesting

Tahapan ini akan menentukan bahasa pemrograman yang tersedia dan menentukan tingkat kesesuaiannya dengan aplikasi. Apapun bahasa pemrograman yang digunakan, pendekatan yang seharusnya digunakan adalah modular approach karena:

· Programming efficiency yaitu modul dapat di beri kode dan diuji secara terpisah sehingga mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pemrograman.

· Maintenance efficiency yaitu modul yang kecil lebih mudah dianalisa dan dirubah sehingga mengurangi waktu untuk pemeliharaannya.
• Control, pengendalian lebih mudah karena modul kecil dan terpisah.

Peran auditor adalah melakukan verifikasi atas personel dan proyek yang digunakan dalam prosedur pengujian. Biasanya auditor akan melakukan wawancara mengenai pengujian system secara offline sebelum digunakan secara online, pengujian data dan hasil pengujian.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berikanlah Komentar, saran dan Kritik yang membangun "